TUGAS FINANCIAL MANAGEMENT
MAKALAH
“ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA”
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Dosen Pembimbing : GUSGANDA SURIAMANDA,SE,MM
Disusun Oleh
:
SINGGIH
RAMADANA 1510631020204
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS NEGERI SINGAPERBANGSA KARAWANG
2017
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
ANALISIS SUMBER DAN
PENGUNAAN DANA
A. Pengertian
Sumber Dana .......................................................... 1
B. Pentingnya
Analisis Sumber dan Penggunaan Dana..................... 3
C. Sumber
dan Penggunaan Dana ..................................................... 3
D. Laporan
Dan Sumber Penggunaan Dana ...................................... 4
E. Dana
Dalam Arti Kas
.................................................................... 5
F. Unsur
– Unsur Yang Memperbesar Kas........................................ 8
G. Unsur
– Unsur Yang Meperkecil Kas ........................................... 8
H. H.Langkah-Langkah
Menyusun Laporan Sumber-Sumber Dan
Penggunaan
Dana Dalam Artian Kas ........................................... 8
I. Contoh
Laporan Sumber-Sumber dan Penggunaan Kas................ 8
J. Dana
Dalam Aliran Modal Kerja .................................................. 11
K. Pentingnya
Modal Kerja ............................................................... 14
L. Sumber
dan Penggunaan Modal Kerja ......................................... 15
M. Laporan
Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja........................... 17
N. Analisis
Sumber Dana dan Penggunaannya ................................. 19
O. Peranan
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Dalam
Perusahaan
.................................................................................... 20
P. Sumber
Dana Dan Penggunaan Dana Bank ................................. 22
DAFTAR PUSTAKA 31
i
ANALISIS SUMBER DAN
PENGUNAAN DANA
A.
Pengertian
Sumber Dana
Pengertian
dana yang digunakan dalam analisis sumber dan penggunaan dana dalam artian
sempit diartikan sebagai Kas. Sedangkan dalam artian luas diartikan sebagai Modal Kerja. Hasil
penggunaan sumber-sumber dana, tidak semata-mata menentukan tingkat profitabilitas
tetapi turut pula menentukan kontinuitas perusahaan.
Adapun
mengenai pengertian sumber dan penggunaan dana dapat diketahui berdasarkan
defenisi yang dikemukakan oleh S. Munawir
(1999 : 110) sebagai berikut bahwa, analisa sumber dan penggunaan dana
merupakan suatu alat analisa keuangan yang sangat penting bagi finansial
manajer atau bagi para calon kreditur atau bagian bank dalam menilai permintaan
kredit yang diajukan kepadanya, dengan analisa sumber dan penggunaan dana akan
diketahui bagaimana perusahaan mengelola atau menggunakan dana yang
dimilikinya.
Analisis
sumber dan penggunaan dana, atau sering juga disebut analisa aliran dana,
merupakan alat analisa financial yang digunakan untuk mengetahui dari mana dana
didapatkan dan untuk apa dana itu digunakan. Laporan yang menggambarkan dari
mana dana didapatkan dan untuk apa dana itu digunakan disebut dengan Laporan
Sumber dan Penggunaan Dana.
Untuk
menyusun laporan sumber dan penggunaan dana, langkah pertama yang harus
dilakukan adalah membuat Laporan Perubahan Neraca yang disusun dari neraca dari
dua tahun berurutan. Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing
elemen neraca dari neraca awal menjadi neraca akhir. Perubahan masing-masing
elemen tersebut perlu dilakukan analisis, yaitu elemen-elemen mana saja yang
akan memperbesar dana dan elemen-elemen mana saja yang akan memperkecil dana.
Elemen yang memperbesar dana akan menjadi sumber dana, dan elemen yang memperkecil dana akan menjadi
penggunaan dana.
Analisa
sumber-sumber dan penggunaan dana (analisa alirandana) merupakan alat analisa
finansial yang sangat penting bagimanager keuangan. Tujuan dari analisa sumber
aliran dana tersebutadalah untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan
bagaimanakebutuhan dana tersebut dibelanjai. Dengan kata lain dengan
analisaaliran dana itu akan dapat diketahui dari mana datangnya dana danuntuk
apa dana itu digunakan. Suatu laporan yang menggambarkandari mana datangnya dan
untuk apa dana itu digunakan disebutlaporan sumber-sumber dan penggunaan dana.
Mengingat
pentingnya masalah modal atau dana ini, maka perusahaan harus membuat keputusan
yang bijaksanan mengenai cara memperoleh dana dan penggunaannya, yaitu dengan
membuat suatu analisa sumber dan penggunaan dana. Analisa sumber dan penggunaan
dana atau modal tersebut juga analisa aliran dana, merupakan alat analisa
financial yang sangat penting bagi manajer disamping alat-alat financial
lainnya. Tujuan dari analisa sumber dan penggunaan dana ini menurut Bambang
Riyanto (1993:297) adalah “Untuk mengetahui bagaimana dan digunakan serta
bagaimana kebutuhan dana tersebut dibelanjai. Dengan analisa sumber dan
penggunaan dana akan dapat diketahui dari mana datangnya dan untuk apa dana itu
digunakan”.
Untuk
memahami lebih lanjut mengenai pengertian dana, maka ada beberapa ahli, menurut
S. Munawir (1998:113) melaporkan sumber dan penggunaan dana, ada dua jenis
pengertian dana, yaitu ;
1.
Dana sebagai modal kerja, yaitu laporan
sumber dan penggunaan dan menggambarkan suatu ringkasan sumber dan penggunaan
dana, modal kerja dan perubahan unsur-unsur modal kerja selama periode
bersangkutan.
2.
Dana sebagai kas, yaitu laporan sumber
dan penggunaan dana, dan menggambarkan suatu ringkasan sumber dan penggunaan
kas selama periode tertentu.
Sedang
menurut Bambang Riyanto (1993:347), yaitu “Dana dalam arti sempit adalah kas
dan dana dalam arti luas adalah modal kerja”.
1.
Pengertian dana dalam arti kas, setiap
perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas diperlukan
baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun untuk mengadakan
investasi baru dalam aktiva tetap. Kas secara sempit dapat diartikan sebagai
uang. Tetapi dalam akuntansi istilah kas mengandung pengertian yang lebih luas.
Menurut AL. Haryono Yusuf (1983:1), “Kas meliputi uang kertas, uang logam cek,
pos wesel, simpanan di bank dan segala
sesuatu yang dapat disamakan dengan uang”.
2.
Pengertian dana dalam artian modal
kerja.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai
modal kerja, maka berikut ini dikemukakan beberapa pendapat para ahli. Menurut
Abdul Halim (1995:85) modal kerja adalah “Pengunaan aktiva jangka pendek yang
digunakan perusahaan untuk kepentingan sehari-hari.”
Menurut
Syarifuddin Alwi (1993:85) Modal Kerja adalah “Manajemen current jangka pendek
yang digunakan perusahaan untuk kepentingan seharihari”. Menurut S. Munawir
(1993:132) tujuan utama penyusunana laporan sumber dan pengggunaan dana atau
modal kerja adalah “Untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perubahan modal
kerja selama periode yang bersangkutan”.
a. Manfaat
modal kerja, Menurut Arwan Asri dan John
S (1991:121) “Bahwa pentingnya ketersediaan modal kerja karena modal kerja
diperlukan oleh setiap perusahaan untuk membiayai kegiatannya seharihari atau
menjaga kelangsungan hidupnya”. Modal kerja sebagai berupa dana yang diperlukan
untuk membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, membayar hutang kepada
supplier, membayar listrik, telepon, air dan sebagainya.
Dengan tersedianya modal kerja untuk
membiayai kegiatan operasional perusahaan, tentulah harus cukup jumlahnya,
dalam arti harus mampu membiayai pengeluaran-pengeluaran operasi perusahaan
sehari-hari, karena dengan modal kerja yang cukup akan menguntungkan bagi
perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan efisien dalam menggunakan modal
kerjanya, dengan pencapaian tingkat laba yang menguntungkan.
b. Efisiensi
penggunaan modal kerja.
Efisiensi penggunaan modal kerja untuk
mengetahui atau mengukur kemampuan modal kerja yang tertanam dalam kegiatan
operasi sehari-hari dalam menghasilkan laba. Rasio yang biasanya digunakan
adalah Working Capital Turnover.Menurut Suad Husnan (1993:198) :“Working
Capital Turnover merupakan perbandingan antara penjualan dengan modal kerja
netto. Rasio ini menunjukkan beberapa penghasilan yang diciptakan dari sejumlah
tertentu modal kerja netto. Semakin tinggi risiko ini berarti bahwa dengan
modal kerja netto tertentu bisa diciptakan penjualan yang makin besar”.
Laporan
sumber-sumber dan penggunaan dana merupakan suatulaporan yang menggambarkan
dari mana datangnya dan untuk apadana itu digunakan. Laporan sumber-sumber dan
penggunaan danasuatu perusahaan sangat penting artinya bagi Bank dalam menilaipermintaan
kredit. Dengan mengadakan analisa terhadap laporantersebut dapat diketahui
bagaimana perusahaan itu menggunakandana yang dimilikinya. Jenis laporan
keuangan selain neraca, laporanlaba rugi, dan laba yang ditahan adalah laporan
sumber danpenggunaan dana.
Analisa
sumber dan penggunaan dana merupakan analisa penting bagi manajer keuangan
untuk mengetahui aliran dana, dari mana dana tersebut diperoleh dan kemana dana
tersebut digunakan.
Analisa
ini dimulai dari penyusunan neraca atas dasar dua laporan neraca pada periode yang berbeda, sehingga dapat
diketahui perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing pos neraca.
Dalam analisa ini pengertian dana
dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
1. Dana dalam pengertian Kas, dan
2. Dana dalam pengertian Modal Kerja.
B. Pentingnya Analisis Sumber dan
Penggunaan Dana
Laporan
keuangan yang di hasilkan oleh perusahaan dari tahun ke tahun bisa di
manfaatkan untuk mengetahui aliran dana yakni dari mana suatu dana di peroleh
dan untuk apa dana tersebut di gunakan.Apabila kita membandingkan laporan
keuangan dari dua tahun yang berurutan,maka kita akan bisa mendeteksi aliran
dana tersebut.Analisis terhadap aliran dana tersebut sering di sebut sebagai
analisis sumber dan pengunaan dana adalah untuk mengetahui bagaimana dana di
gunakan dan bagaimana dana tersebut dibelanjai.Hasil dari analisis sumber dan
penggunaan dana di sebut sebagai Laporan sumber dan Pengunaan Dana.
C. Sumber Dan Penggunaan Dana
Penerimaan
dan pengeluaran dana pada perusahaan ada yang bersifat rutin atau terus-menerus
dan ada yang bersifat isidentil atau tidak terus-menerus. Pada dasarnya sumber
penerimaan dana pada perusahaan dapat berasal dari :
a.
Hasil penjualan investasi jangka panjang,
aktiva tetap baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud atau adanya
penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi dengan penambahankas,
b.
Penjualan atau adanya emisi saham maupun
adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentukkas,
c.
Pengeluaran surat tanda bukti hutang,
baik hutang jangka panjang (hutang obligasi, hutang hipotik atau hutang jangka
panjang lainnya) maupun hutang jangka pendek (wesel) serta bertambahnya hutang
yang diimbangi dengan penerimaankas,
d.
Adanya penurunan atau berkurangnya
aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaankas.
e.
Adanya penerimaan kas karena sewa,
hutang atau deviden dari investasi, sumbangan atau hadiah maupun adanya
pengambilan kelebihan pembayaran pajak pada periode-periodesebelumnya.
Sedangkan
penggunaan dana atau pengeluaran kas dapat disebabkan oleh adanya
transaksi-transaksi sebagai berikut :
a.
Pembelian saham atau obligasi sebagai
investasi jangka pendek serta adanya pembelian aktiva tetaplainnya,
b.
Penarikan kembali saham yang beredar
maupun adanya pengambilan kas perusahaan oleh pemilikperusahaan,
c.
Pelunasan atau pembayaran angsuran
hutang jangka pendek maupun hutang jangkapanjang,
d.
Pembelian barang dagangan secara tunai,
adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah dan gaji, pembelian supplies
kantor, pembayaran sewa, bunga, premi asuransi, advertensi dan adanya persekot
biaya maupun persekotpembelian,
e.
Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden
atau bentuk pembagian laba lainnya secara tunai, pembayaran pajak, denda-denda
dansebagainya.
D. Laporan Dan Sumber Penggunaan Dana
Dalam
menyusun laporan sumber dan penggunaan dana dalam artian “Kas”, langkah-langkah
penyusunannya adalah sebagai berikut :
a.
Menyusun laporan perubahan neraca yang
menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca, baik yang bulanan
maupuntahunan,
b.
Mengelompokkan perubahan-perubahan
tersebut dalam golongan perubahan-perubahan yang memperbesar kas dan golongan
perubahan- perubahan yang memperkecilkas,
c.
Mengelompokkan elemen-elemen dalam
laporan rugi-laba dan laporan laba ditahan ke dalam golongan yang memperbesar
kas dan golongan yang memperkecilkas,
d.
Mengadakan konsolidasi dari semua
informasi tersebut ke dalam laporan sumber dan penggunaandana.
Adapun
perubahan-perubahan dari elemen-elemen neraca yang efeknya memperbesar kas dan
dikatakan sebagai sumber dana adalah sebagai berikut:
a.
Berkurangnya aktiva lancar selainkas,
b.
Berkurangnya aktivatetap,
c.
Bertambahnya setiap jenishutang,
d.
Bertambahnyamodal,
e.
Adanya keuntungan dari
operasiperusahaan.
Sedangkan
perubahan-perubahan dari elemen-elemen neraca yang efeknya memperkecil kas dan
dikatakan sebagai penggunaan dana adalah sebagai berikut :
a.
Bertambahnya aktiva lancar selainkas,
b.
Bertambahnya aktivatetap,
c.
Berkurangnya setiap jenishutang,
d.
Berkurangnyamodal,
e.
Pembayaran cashdeviden,
f.
Adanya kerugian dalam operasiperusahaan.
E. Dana Dalam Arti Kas
Pengertian
dana kas yaitu menggambarkan suatu ringkasansumber dan penggunaan kas selama
periode yang bersangkutan.Penggunaan kas disusun untuk menunjukan dari mana
sumbersumberkas dan penggunaannya.Laporan perubahan kas dapat digunakan untuk
menaksirkebutuhan kas di masa mendatang dan kemungkinan sumber-sumberyang ada
dan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhankas atau di masa yang akan
datang.
Analisis
Aliran Dana Dalam Pengertian Kas, merupakan aliran kas masuk (sumber dana) dan
aliran kaskeluar (penggunaan dana) yang langsung mempengaruhi besarnya kas yang
berasal dari neraca dan laba/rugi.
Dana
yang akan di analisis nantinya bisa dalam pengertian kas,artinya setiap ada perubahan
elemen yang ada pada laporan keuangan akan menambah atau mengurangi kas.Oleh
karena itu laporan nya di sebut sebagai laporan sumber dan penggunaan
kas.Laporan sumber dan penggunaan kas ini di susun untuk menunjukan perubahan
kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut
dengan menunjukan dari mana sumber sumber kas dan pengunaan pengunaannya.
Dalam
aktiva perusahaan, kas merupakan aktiva paling liquid dan mempunyai peranan
yang paling penting dalam kegiatan perusahaan. Kas terlibat dalam hampir semua
kegiatan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung serta merupakan
dasar pengukuran dan pencatatan semua transaksi. Dalam penyajiannya di Neraca,
maka kas biasanya dicantumkan pada urutan pertama dari perkiraan yang merupakan
aktiva lancar karena kas dapat digunakan tanpa memerlukan waktu lama.
Pengertian kas menurut Sofyan Syafri Harahap
dalam bukunya Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan cetakan I (hal: 257) adalah
sebagai berikut :
“Kas
adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta
surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut
:
a. Setiap
saat dapat ditukar dengankas,
b. Tanggal
jatuh temponya sangatdekat,
c. Kecil
resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat bunga”.
Dari
pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa kas tidak hanya terbatas pada uang
tunai yang tersedia di perusahaan, tetapi juga meliputi semua jenis alat
pembayaran yang dapat dipergunakan dengan segera untuk memenuhi segala kegiatan
perusahaan, seperti uang tunai yang disimpan di bank yang setiap saat dapat
dipergunakan dengan penarikan cek.
Jadi,
berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kas
adalah :
a. Simpanan
komersial dan tabungan di bank dan di tempat lainnya yang setiap saat
dapatdiambil,
b. Uang
tunai yang ada di perusahaan yang dapat dipergunakan sebagai alat tukar atau
yang diterima sebagai simpanan dengan nilai nominal oleh suatu bank tanpa adanya batasan
terhadappenggunaannya.
Dalam
menyusun sumber-sumber dan penggunaan dana di manadana adalah dalam artian kas,
langkah-langkah adalah sebagaiberikut :
1.
Menyusun Laporan perubahan Neraca yang
menggambarkanperubahan masing-masing elemen neraca antara dua titik waktuyang
akan dianalisa (bulanan atau tahunan) dan memisahkanelemen yang memperbesar kas
dan elemen yang memperkecilkas.
2.
Mengelompokkan elemen-elemen dalam
Laporan Rugi dan Labaatau laporan Laba ditahan ke dalam golongan yang
memperbesarkas dan golongan yang memperkecil jumlah kas.
3.
Menyusun laporan sumber dan penggunaan
kas, denganmengadakan konsolidasi dari semua informasi tersebut ke dalamLaporan
sumber-sumber dan penggunaan dana.
Dari
laporan perubahan neraca dan laporan rugi laba elemen – elemenyang memperbesar
kas disebut sumber-sumber dana adalah :
1.
Berkurangnya aktiva lancar selain kas
a.
Berkurangnya barang (inventory) terjadi
karena terjualnyabarang tersebut dan hasil penjualan itu merupakan sumberdana/
kas bagi perusahaan.
b.
Berkurangnya piutang berarti piutang
telah dibayar danpenerimaan piutang merupakan penambahan dana yangditerima oleh
perusahaan yang bersangkutan.
c.
Berkurangnya surat-surat berharga (efek)
berarti efek ituterjual dan hasil penjualan tersebut merupakan sumber dana/kas
bagi perusahaan.
2.
Berkurangnya aktiva tetap
a.
Berkurangnya aktiva tetap bruto berarti
sebagian aktiva tetapharus dijual dan hasil penjualannya merupakan sumber dana
b.
Berkurangnya aktiva tetap neto berarti
adanya depresiasidalam tahun yang bersangkutan
3.
Bertambahnya setiap jenis utang
Bertambahnya
utang (utang lancar, utang jangka panjang) berartiterjadi penambahan dana yang
diterima oleh perusahaan yangbersangkutan
4.
Bertambahnya modal
Bertambahnya
modal disebabkan adanya emisi saham baru danhasil penjualan saham baru tersebut
merupakan sumber dana
5.
Adanya keuntungan dari operasi
perusahaan
Apabila perusahaan mendapatkan
keuntungan neto darioperasinya berarti bahwa ada tambahan dan bagi perusahaan yang
bersangkutan.
Sedangkan
elemen-elemen dari laporan perubahan neraca dan laporan rugi laba yang memperkecil
kas adalah :
1. Bertambahnya
aktiva lancar selain kas
Bertambahnya aktiva lancar dapat terjadi
karena pembelianbarang dan pembelian barang membutuhkan dana. Dengandemikian,
penambahan aktiva lancar merupakan penggunaandana.
2. Bertambahnya
aktiva tetap
Bertambahnya aktiva tetap bruto dapat
terjadi karena adanyapembelian aktiva tetap dan pembelian aktiva tetap
merupakanpenggunaan dana
3. Berkurangnya
utang
Berkurangnya utang, baik utang lancar
maupun utang jangkapanjang dapat terjadi karena perusahaan telah melunasi
ataumengangsur utangnya. Pembayaran kembali utang berartipenggunaan dana.
4. Berkurangnya
modal
Berkurangnya modal dapat terjadi karena
pemilik perusahaanmengambil kembali atau mengurangi modal yang tertanam
dalamperusahaan. Berkurangnya modal berarti berkurangnya dana. Iniberarti bahwa
penggunaan modal itu merupakan penggunaandana.
5. Pembayaran
cash deviden
Pembayaran cash deviden merupakan
penggunaan dana.Cash deviden dibayarkan dari keuntungan neto sesudah pajak
6. Kerugian
operasi perusahaan
Timbulnya kerugian selama periode
tertentu dapat disertaidengan berkurangnya aktiva atau bertambahnya
utang.Sebenarnya bertambahnya utang merupakan sumber dana tetapidengan adanya
kerugian. Dengan demikian, maka adanyakerugian merupakan penggunaan dana.
F. Unsur – Unsur Yang Memperbesar Kas
1.
Berkurangnya unsure-unsur aktiva lancar
selain kas
2.
Berkurangnya aktiva tetap
3.
Bertambahnya unsur-unsur dalam hutang
lancar
4.
Bertambahnya hutang jangka panjang
5.
Bertambahnya modal sendiri
6.
Bertambahnya keuntungan
G.
Unsur-Unsur
Yang Memperkecil Kas
G.
1.
Bertambahnya unsur-unsur aktiva lancar
selain kas
2.
Bertambahnya aktiva tetap
3.
Berkurangnya hutang lancar
4.
Berkurangnya hutang jangka panjang
5.
Berkurangnya modal sendiri
6.
Adanya pembayaran deviden kas
7.
Adanya kerugian
H.
Langkah-Langkah
Menyusun Laporan Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana Dalam Artian Kas
1.
Penyusunan Laporan Perubahan Neraca
(Statement of Balance Sheets Changes) yang menggambarkanmasing-masing elemen
antara dua titik waktu.yang akan dianalisa
2.
Mengelompokkan perubahan-perubahan tersebut
dalam golongan golongan yang memeperbesar kas danyang memperkecil kas
3.
Mengelompokkan elemen-elemen dalam
Laporan Laba/Rugi atau Laporan Laba di tahan ke dalamgolongan-golongan yang
memeperbesar kas dan yang memperkecil kas
4.
Mengadakan konsolidasi dari semua
informasi tersebut ke dalam Laporan Sumber-Sumber danPenggunaan Dana.
I.
Contoh
Laporan Sumber-Sumber dan Penggunaan Kas
Pencatatan
aktiva tetap ada 2 cara, yaitu :
Cara
Pertama : Dicatat cukup mendetail, sehingga dengan mudah melihat perubahannya.
Contoh
:
1980 1981
Aktiva
tetap
95.000 102.000
Akum.
Penyusutan 42.000 47.000
---------- ------------
Nilai
bersih/buku 53.000 55.000
(Net
Fixed Assets)
Penggunaan
dana adalah : 102.000 – 95.000 = 7.000
Cara
Kedua :
Dicatat
kurang mendetail, yaitu hanya nilai bukunya saja :
Misalnya
:
1980 1981
Nilai
buku 53.000 55.000
MAKA
perubahannya aktiva tetap adalah :
Nilai
buku tahun terakhir + Depresiasi – Nilai
buku Tahun pertama.
55.000
+ 5.000 - 53.000 =
7.000
Kalau
hasil perhitungannya Negatif ( - ), maka dimasukan sebagai SUMBER DANA dan
sebaliknya, kalau Positif ( + ) maka sebagai PENGGUNAAN DANA.
Contoh :
Laporan
Keuangan PT. Perkasa berupa Neraca Perbandingan per tanggal 31 Desember 2014
dan 2015sebagai berikut :
|
Keterangan
|
31
Desemeber 2014
|
31
Desember 2015
|
|
Aktiva :
|
||
|
Kas
Surat
Berharga
Piutang
Dagang
Persediaan
|
13750
8250
84500
132000
|
12800
9000
91600
137600
|
|
Total
Aktiva Lancar
|
238500
|
251000
|
|
Mesin
Akumulasi
Depresiasi Mesin
Bangunan
Akumulasi
Depresiasi Bangunan
Tanah
|
200000
-50000
197500
-47500
300000
|
300000
-75000
215500
-56500
300000
|
|
Total
Aktiva Tetap
Total Aktiva
|
600000
838500
|
684000
935000
|
|
|
|
|
|
Pasiva:
|
||
|
Hutang
Dagang
Hutang
Wesel
Hutang
Gaji
|
51000
38000
30500
|
48000
42500
36500
|
|
Total
Hutang Lancar
|
119500
|
127000
|
|
Hutang
Jangka Panjang
Modal
Saham
Surplus
Modal
Laba
Ditahan
|
220000
300000
110000
89000
|
240000
323000
110000
135000
|
|
Total
Pasiva
|
838500
|
935000
|
Selama
tahun 2015, PT.Perkasa memperoleh laba sebesar Rp.70.000 dimana sebesar Rp.
24.000 dibagisebagai deviden kas.
Jawab :
a. Membandingkan
unsur-unsur yang ada dineraca untuk mengetahui perubahannya.Unsur yang ada
dikolom aktiva diletakkan disisi debet jika bertambah, sebaliknya jika
berkurangdiletakkan disisi kredit. Sedangkan unsur-unsur yang ada dikolom
pasiva diletakkan disisi kredit jikabertambah dan sebaliknya jika berkurang
diletakkan disisi debet.
|
Keterangan
|
31
Desemeber 2014
|
31
Desember 2015
|
Perubahan
|
|
|
Debet
|
Kredit
|
|||
|
Aktiva :
|
||||
|
Kas
Surat
Berharga
Piutang
Dagang
Persediaan
|
|
|
|
|
|
Total
Aktiva Lancar
|
|
|
|
|
|
Mesin
Akumulasi
Depresiasi Mesin
Bangunan
Akumulasi
Depresiasi Bangunan
Tanah
|
|
|
|
|
|
Total
Aktiva Tetap
Total Aktiva
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pasiva:
|
||||
|
Hutang
Dagang
Hutang
Wesel
Hutang
Gaji
|
|
|
|
|
|
Total
Hutang Lancar
|
|
|
|
|
|
Hutang
Jangka Panjang
Modal
Saham
Surplus
Modal
Laba
Ditahan
|
|
|
|
|
|
Total
Pasiva
|
|
|
|
|
b. Berdasarkan
informasi perubahan neraca dan didukung oleh informasi dari laporan laba/rugi,
makadapat disusun unsur-unsur dari laporan neraca dan laporan laba rugi yang
memperbesar kas sebagaisumber kas dan yang memperkecil kas sebagai penggunaan
kas.
|
Sumber –
Sumber Kas
|
Penggunaan Kas
|
||
|
Sumber Kas
Berasal Dari:
|
|
Penggunaan Kas
Untuk :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
Jumlah
|
|
c.
Analisis Aliran Kas tentang sumber kas
dan penggunaannya
·
Penggunaan dana yang terbesar adalah
dana untuk penambahan (pembelian) mesin sebesar Rp.100.000, pembayaran deviden
Rp. 24.000 dan penambahan bangunan Rp. 18.000
·
Bertambahnya mesin dan bangunan berarti
perusahaan telah mengadakan ekspansi usaha untukmenambah aktiva tersebut.
·
Tepatkah perusahaan dalam mengelola
keuangan untuk ekspansi tersebut?
J.
Dana
Dalam Aliran Modal Kerja
Di samping Laporan Sumber-sumber dan
Penggunan dana atas dasar kas sebagaimana diuraikan sebelumnya, sering
pulaperusahaan menyusun Laporan Sumber-sumber dan Penggunaandana atas modal
kerja, atau sering pula disebut Laporan Sumbersumberdan Penggunaan Modal kerja.
Modal kerja disini dalam artianneto yaitu kelebihan aktiva atas utang lancar.
Pengunaan modal kerja yaitu
mengambarkan suatu ringkasansumber dan penggunaan modal kerja dan perubahan
unsur-unsurmodal kerja selama periode yang bersangkutan. Karena modal kerjayang
digunakan modal kerja netto, maka perubahan elemen-elemenmodal kerja tidak akan
mempengaruhi besarnya modal kerja.
Setiap perusahaan selalu membutuhkan
modal kerja untuk membiayai kegiatan operasinya sehari-hari, misalnya membayar
upah buruh, gaji pegawai, listrik, telepon dan sebagainya dengan harapan uang
yang telah dikeluarkan tersebut dapat kembali lagi ke kas perusahaan dalam
waktu pendek melalui hasil penjualan, baik berupa barang maupun jasa yang akan
dikeluarkan kembali untuk biaya operasi selanjutnya.
Pengertian modal kerja menurut J.
Fred Weston dan Thomas E. Copeland dalam dalam bukunya Manajemen Keuangan Edisi
VII (hal: 117) adalah sebagai berikut :
“Modal
Kerja adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. Jadi, modal kerja
merupakan investasi perusahaan dalam bentuk uang tunai, surat- surat berharga,
piutang dan persediaan dikurangi kewajiban lancar yang digunakan untuk
membiayai aktiva lancar”.
Adanya modal kerja yang cukup sangat
penting bagi perusahaan karena dengan modal kerja yang cukup itu memungkinkan
bagi perusahaan untuk beroperasi dengan seekonomis mungkin dan perusahaan tidak
lagi mengalami kesulitan atau menghadapi bahaya yang mungkin timbul karena adanya
krisis atau kekacauan keuangan.
Akan tetapi, adanya modal kerja yang
berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif dan hal ini akan
menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena adanya kesempatan untuk memperoleh
keuntungan telah disia- siakan. Sebaliknya, adanya ketidakcukupan dalam modal
kerja merupakan sebab utama kegagalan suatuperusahaan.
Pada dasarnya modal kerja dapat
dibagi atau digolongkan atas 2 (dua) jenis, yaitu :
a.
Modal KerjaPermanen
Modal kerja
permanen adalah modal kerja yang secara teratur harus ada pada perusahaan untuk
mendukung operasi-operasi yang dijalankan perusahaan.Modal kerja permanen ini
dapat dibagi dua, yaitu :
1.
Modal Kerja Primer (Primary
WorkingCapital)
Modal kerja
primer adalah modal kerja minimal yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk
mempertahankan atau melanjutkan hidupperusahaan,
2. Modal
Kerja Normal (Normal WorkingCapital)
Modal kerja
normal adalah modal kerja yang diperlukan oleh perusahaan untuk mendukung
operasi-operasi normal dari perusahaan.
b. Modal KerjaVariabel
Modal kerja variable adalah modal kerja
yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan permintaan. Misalnya jumlah
permintaan terhadap suatu produk tertentu biasanya berubah-ubah sesuai dengan
perekonomian. Kebutuhan modal kerja variabel bisanya di atas kebutuhan modal
kerja normal. Modal kerja variabel ini dibagi atas tiga, yaitu :
1. Modal
Kerja Musiman (Seasonal WorkingCapital)
Modal kerja musiman adalah modal kerja
yang disebabkan oleh fluktuasi musim. Misalnya pada waktu musim hujan biasanya
perusahaan yang memperjualbelikan payung mempunyai persediaan yang lebih besar.
Bila musim hujan berakhir, maka persediaan akan berkurang sampai batas
persediaannormal.
2.
Modal Kerja Siklus (Cyclical
WorkingCapital)
Modal kerja
siklus adalah modal kerja yang jumlahnya beruba- ubah sebagai akibat dari
fluktuasi ekonomi meningkat.
3.
Modal Kerja Darurat (Emergency Working
Capital)
Modal kerja
darurat adalah modal kerja yang berubah-ubah besarnya karena terjadi hal yang
mendadak.
Setelah perusahaan menetapkan
besarnya modal kerja yang diperlukan untuk mendukung rencana-rencana yang
hendak dijalankan, maka tahap selanjutnya adalah menetapkan sumber dan
penggunaan dari dana yang diperlukan
untuk membelanjai modal kerjatersebut.Pada umumnya sumber modal kerja suatu
perusahaan berasal dari :
a.
Hasil OperasiPerusahaan,
Yaitu jumlah net
income yang tampak pada laporan rugi-laba ditambah dengan depresiasi dan
amortisasi. Jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari operasi
perusahaan. Adanya laba dari usaha perusahaan dan apabila laba tersebut diambil
oleh pemilik perusahaan, maka laba tersebut akan menambah modal perusahaan
tersebut.
b.
Keuntungan dari Penjualan Surat-Surat
Berharga (Investasi Jangka Pendek)
Surat berharga
yang dimiliki perusahaan untuk jangka pendek adalah suatu elemen aktiva lancar
yang segera dapat dijual dan akan menimbulkan keuntungan bagi perusahaan.
Dengan adanya penjualan surat berharga ini menyebabkan terjadinya perubahan
dalam unsur modal kerja yaitu dari bentuk surat berharga menjadi kas.
Keuntungan yang diperoleh dari penjualan surat berharga ini merupakan suatu
sumber untuk bertambahnya modal kerja.
c.
Penjualan AktivaLancar
Sumber lain yang
menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, investasi jangka
panjang dan aktiva tidak lancar lainnya yang tidak diperlukan lagi oleh
perusahaan. Perubahan dari aktiva ini menjadi kas atau piutang yang menyebabkan
bertambahnya modal kerja sebesar hasil penjualantersebut.
d.
Penjualan Saham atauObligasi.
Untuk menambah
modal kerja yang dibutuhkan perusahaan dapat pula mengadakan emisi saham baru
atau meminta kepada pemilik perusahaan untuk menambah modalnya. Disamping itu,
perusahaan dapat juga mengeluarkan obligasi atau bentuk hutang jangka panjang
lainnya guna memenuhi kebutuhan modal kerjanya.
Dengan kata lain, dapat disimpulkan
bahwa modal kerja akan bertambah apabila aktiva lancar bertambah yang diimbangi
dengan perubahan pada pos tidak lancar (non current account).
Pemakaian atau penggunaan modal
kerja akan menyebabkan perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar
yang dimiliki oleh perusahaan, tetapi penggunaan aktiva tidak lancar selalu
diikuti dengan berubahnya atau menurunnya jumlah modal kerja yang dimiliki
perusahaan. Misalnya penggunaan aktiva lancar untuk membayar hutang lancar,
maka penggunaan aktiva lancar ini tidak mengakibatkan penurunan jumlah modal
kerja karena penurunan aktiva lancar tersebut diimbangi dengan penurunan hutang
lancar dalam jumlah yang sama.
Dalam kenyataannya selain membuat
laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar kas, perusahaan juga membuat
laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja (statements of
sources and uses of working capital).
Modal kerja dapat diartikan beberapa
Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar. Dalam laporan
sumber dan penggunaan modal kerja tidak dicantumkan penggunaan dana yang
berasal dari modal sendiri karena tidak akan mengakibatkan perubahan modal
kerja (netto).
Contoh:
Berikut
Posisi Neraca Sebuah Perusahan:
|
Aktiva Lancar
|
Hutang Lancar
|
||
|
Kas
|
Rp 100.000
|
Hutang Perniagaan
|
Rp 200.000
|
|
Piutang
|
Rp 200.000
|
Hutang Wesel
|
Rp 100.000
|
|
Inventory
|
Rp 300.000
|
Modal Kerja
|
Rp 300.000
|
|
Jumlah Aktiva
|
Rp 600.000
|
Jumlah hut.& mod.
|
Rp. 600.000
|
Selanjutnya
terjadi berbagai transaksi yang mengakibatkan perubahan unsur aktiva lancar dan
hutang lancar, yaitu :
a.
Perubahan ke – 1
Pembelian barang
(inventory) secara kredit sebesar Rp. 50.000
|
Aktiva Lancar
|
Hutang Lancar
|
||
|
Kas
|
Rp 100.000
|
Hutang Perniagaan
|
Rp 250.000
|
|
Piutang
|
Rp 200.000
|
Hutang Wesel
|
Rp 100.000
|
|
Inventory
|
Rp 350.000
|
Modal Kerja
|
Rp 300.000
|
|
Jumlah Aktiva
|
Rp 650.000
|
Jumlah hut.& mod.
|
Rp. 650.000
|
b.
Pembayaran hutang perniagaan sebesar Rp.
100.000 dengan kas
|
Aktiva Lancar
|
Hutang Lancar
|
||
|
Kas
|
Rp -
|
Hutang Perniagaan
|
Rp 150.000
|
|
Piutang
|
Rp 200.000
|
Hutang Wesel
|
Rp 100.000
|
|
Inventory
|
Rp 350.000
|
Modal Kerja
|
Rp 300.000
|
|
Jumlah Aktiva
|
Rp 550.000
|
Jumlah hut.& mod.
|
Rp. 550.000
|
Dari contoh diatas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa jumlah modal kerja harga akan berubah jika ada perubahan dalam
non current account (aktiva tetap, hutang jangka panjang dan modal sendiri).
Perubahan unsur non current account yang memperbesar modal kerja disebut dengan
sumber modal kerja atau sources of work capital. Sedangkan yang memperkecil
modal kerja disebut dengan penggunaan modal kerja. Jika penggunaan modal kerja
lebih kecil dibandingkan dengan sumber modal kerja maka hal ini akan mempunyai
efek neto yang positif. Sedangkan jika penggunaan modal kerjanya lebih besar
maka efek netonya akan memperkecil modal kerja.
K.
Pentingnya
modal kerja
Tersedianya modal kerja yang segera
dapat dipergunakan dalam operasi bergantung kepada sifat dan aktiva lancar yang
dimiliki. Setiap modal kerja harus cukup jumlahnya dalam arti harus mampu
membiayai pengeluaran-pengeluaran atau operasi perusahan sehari-hari, karena
dengan modal kerja yang cukup akan menguntungkan bagi perusahaan. Menurut
Manullang (2005:20) tentang peranan dan
fungsi modal kerja dalam perusahaan yaitu:Menjamin kontinuitas operasional
perusahaan, membantu manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan,Menunjukkan
tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek, Semua kegiatan di dalam
maupun diluar perusahaan sangat bergantung pada modal kerja yang dimiliki
perusahaan.
L.
Sumber
dan Penggunaan Modal Kerja
Sumber (kenaikan) dan penggunaan
(penurunan) modal kerja dilakukan untuk mengetahui bagaimana modal kerja
tersebut digunakan dan dibelanjakan perusahaan.Menurut Sofyan Syafri Harahap
(2001, hal. 288) , dinyatakan bahwa : Kenaikan dalam modal kerja terjadi apabila
aktiva menurun atau dijual atau karena kenaikan dalam utang jangka panjang dan
modal sedangkan penurunan dalam modal kerja timbul akibat aktiva tidak lancar
naik atau dibeli atau utang jangka panjang dan modal turun.
Menurut Bambang Riyanto (2001, hal.
209) menjelaskan bahwa pada prinsipnya pemenuhan kebutuhan suatu modal dapat
disediakan dari sumbersumber sebagai berikut:
a.
Sumber intern perusahaan.
Sumber intern
perusahaan yaitu sumber modal yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan. Sumber intern yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan adalah modal yang berasal dari keuntungan yang tidak dibagikan dan
penyusutan.Sumber intern yang dibentuk perusahaan terdiri dari :
1)
Laba Ditahan
Menurut Ridwan S. Sundjaja dan Inge Barlian
(2002, hal. 73) mengemukakan bahwa :
“Laporan laba ditahan merupakan laporan
laba yang berasal dari tahuntahun yang lalu dan tahun berjalan yang tidak
dibagikan sebagai deviden”. Pos ini selalu merupakan akumulasi dari sisa laba
yang tidak dibagi selama perusahaan beroperasi. Makin besarnya sumber modal
intern yang berasal dari laba ditahan akan memperkuat posisi keuangan
perusahaan dalam menghadapi kesulitan keuangan diwaktu-waktu yang akan datang.
2)
Penyusutan
Besarnya penyusutan setiap tahun adalah bergantung
kepada metode penyusutan yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Semakin besar jumlah penyusutan berarti semakin besar “sumber intern” dari
danayang dihasilkan di dalam perusahaan yang bersangkutan. Sementara sebelum
penyusutan tersebut digunakan untuk mengganti aktiva tetap yang akan diganti,
dapat digunakan untuk membelanjai perusahaan meskipun waktunya terbatas sampai
saat pergantian tersebut.
b.
Sumber ekstern perusahaan.
Sumber ekstern
merupakan sumber modal yang berasal dari luar perusahaan.Modal yang berasal
dari kreditur dan pemilik perusahaan, peserta atau pengambil bagian di dalam
perusahaan. Modal yang berasal dari kreditur disebut sebagai modal asing. Modal
yang berasal dari pemilik perusahaan disebut sebagai modal sendiri.
1)
Modal Asing
Modal asing adalah modal yang berasal
dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan, dan
bagi perusahaan modal tersebut merupakan utang
yang pada saatnya harus kembali.
2)
Modal Sendiri
Modal sendiri pada dasarnya adalah modal
yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan
untuk waktu yang tidak tentu lamanya.
Sumber-sumber modal kerja menurut Bambang
Riyanto (2001:253) sebagai berikut:
·
Berkurangnya aktiva tetap
·
Bertambahnya hutang jangka panjang.
·
Bertambahnya modal
·
Adanya keuntungan dari operasi
perusahaan
Dari uraian tentang sumber-sumber
modal kerja tersebut, maka S. Munawir (2002, hal. 123) menyimpulkan bahwa modal kerja akan bertambah
bila :
1. Adanya
kenaikan sektor modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran
modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan.
2. Adanya
pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya
aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses
depresiasi.
3. Ada
penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek, atau
hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar.
Penggunaan modal kerja akan
menyebabkan perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar yang
dimiliki peusahaan, tetapi penggunaan aktiva lancar tidak selalu diikuti dengan
berubahnya atau turunnya jumlah modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.
Penggunaan
modal kerja menurut Bambang Riyanto (2001, hal. 353) adalah sebagai berikut:
·
Bertambahnya aktiva tetap
·
Berkurangnya hutang Jangka Panjang
·
Berkurangnya modal pembayaran cash
deviden
·
Berkurangnya modal
·
Adanya kerugian dalam operasi perusahaan
Disamping
penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan berkurangnya modal kerja tersebut,
S. Munawir mengemukakan bahwa ada pula pemakaian aktiva lancar yang tidak
merubah jumlahnya baik jumlah modal kerjanya maupun jumlah aktiva lancarnya itu
sendiri, yaitu pemakaian atau penggunaan modal kerja / aktiva lancar (modal
kerja tidak berkurang),misalnya:
·
Pembelian efek (marketable securities)
secara tunai.
·
Pembelian barang dagangan atau
bahan-bahan lainnya secara tunai
·
Perubahan suatu bentuk piutang ke bentuk
piutang lainnya, misalnya dari piutang dagang menjadi piutang wesel.
M.
Laporan
Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja
Laporan sumber dan penggunaan modal
kerja menginformasikan adanya penambahan modal kerja yang merupakan sumber
modal kerja dan pengurangan modal kerja yang merupakan penggunaan modal kerja.
Dalam laporan ini disajikan secara terperinci perubahan- perubahan yang terjadi
yang menyebabkan bertambahnya modalkerja.
Didalam penyusunan laporan sumber
dan penggunaan dana, maka terlebih dahulu harus diketahui elemen yang
menyebabkan berkurangnya modal kerja dan yang menyebabkan bertambahnya modal
kerja. Adapun perubahan-perubahan dari elemen-elemen neraca yang mengakibatkan
bertambahnya modal kerja atau dikatakan sebagai sumber modal kerja adalah
sebagai berikut :
c.
Berkurangnya aktivatetap,
d.
Bertambahnya hutang jangkapanjang,
e.
Bertambahnyamodal,
f.
Adanya keuntungan dari Operasi
Perusahaan.
Sedangkan yang merupakan
perubahan-perubahan dari elemen-elemen neraca yang mengakibatkan berkurangnya
modal kerja atau dikatakan sebagai penggunaan modal kerja adalah sebagai
berikut :
b.
Bertambahnya aktivatetap,
c.
Berkurangnya hutang jangkapanjang,
d.
Berkurangnyamodal,
e.
Pembayaran cashdeviden,
f.
Adanya kerugian dalam OperasiPerusahaan.
Laporan sumber dan penggunaan modal
kerja disusun melalui penggunaan neraca minimal dua titik waktu, yaitu laporan
rugi-laba dan laporan laba ditahan. Langkah-langkah dalam menyusun laporan
sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut :
1.
Menyususn neraca perbandingan. Melalui
neraca perbandingan tersebut akan tergambar apakah elemen-elemen neraca
mengalami kenaikan atau penurunan dari tahunsebelumnya.
2.
Menyusun laporan perubahan modal kerja
yang menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja atau unsur
current account antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut dapat diketahui
adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan
modalkerja.
3.
Mengelompokkan perubahan dari unsur non
current account anatara dua titik waktu tersebut kedalam golongan yang
mempunyai efek memperbesar modal kerja
dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modalkerja.
4.
Mengelompokkan unsur dalam laporan laba
ditahan kedalam golongan yang perubahannya mempunyai efek memperbesar modal
kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modalnkerja.
5.
Kemudian berdasarkan informasi tersebut
dapat disusun laporan sumber dan penggunaan modalkerja.
Contoh :
Laporan Keuangan PT. Perkasa berupa
Neraca Perbandingan per tanggal 31 Desember 2014 dan 2015sebagai berikut :
|
Keterangan
|
31
Desemeber 2014
|
31
Desember 2015
|
|
Aktiva :
|
||
|
Kas
Surat
Berharga
Piutang
Dagang
Persediaan
|
13750
8250
84500
132000
|
12800
9000
91600
137600
|
|
Total
Aktiva Lancar
|
238500
|
251000
|
|
Mesin
Akumulasi
Depresiasi Mesin
Bangunan
Akumulasi
Depresiasi Bangunan
Tanah
|
200000
-50000
197500
-47500
300000
|
300000
-75000
215500
-56500
300000
|
|
Total
Aktiva Tetap
Total Aktiva
|
600000
838500
|
684000
935000
|
|
|
|
|
|
Pasiva:
|
||
|
Hutang
Dagang
Hutang
Wesel
Hutang
Gaji
|
51000
38000
30500
|
48000
42500
36500
|
|
Total
Hutang Lancar
|
119500
|
127000
|
|
Hutang
Jangka Panjang
Modal
Saham
Surplus
Modal
Laba
Ditahan
|
220000
300000
110000
89000
|
240000
323000
110000
135000
|
|
Total
Pasiva
|
838500
|
935000
|
Jawab :
a.
Membandingkan pos-pos yang ada pada dua
titik neraca, khususnya unsur-unsur current account (modalkerja) untuk menyusun
perubahan-perubahan yang terjadi
|
Keterangan
|
31
Desemeber 2014
|
31
Desember 2015
|
Perubahan
|
|
|
Debet
|
Kredit
|
|||
|
Aktiva :
|
||||
|
Kas
Surat
Berharga
Piutang
Dagang
Persediaan
|
|
|
|
|
|
Total
Aktiva Lancar
|
|
|
|
|
|
Mesin
Akumulasi
Depresiasi Mesin
Bangunan
Akumulasi
Depresiasi Bangunan
Tanah
|
|
|
|
|
|
Total
Aktiva Tetap
Total Aktiva
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pasiva:
|
||||
|
Hutang
Dagang
Hutang
Wesel
Hutang
Gaji
|
|
|
|
|
|
Total
Hutang Lancar
|
|
|
|
|
|
Hutang
Jangka Panjang
Modal
Saham
Surplus
Modal
Laba
Ditahan
|
|
|
|
|
|
Total
Pasiva
|
|
|
|
|
b.
Mengklasifikasikan unsur-unsur dari non
current account yang memperbesar dan memperkecil modalkerja
|
Sumber –
Sumber Modal kerja
|
Penggunaan Modal
Kerja
|
||
|
Sumber Modal
Kerja Berasal Dari:
|
Penggunaan
Modal Kerja Untuk :
|
||
|
Keuntungan
operasi bersih
|
|
Pembayaran
deviden kas
|
|
|
Depesiasi
mesin
|
|
Bertambahnya
mesin
|
|
|
Depresiasi
Bangunan
|
|
Bertambahnya
bangunan
|
|
|
Bertambahnya
Obligasi
|
|
|
|
|
Bertambahnya
modal saham
|
|
Bertambahnya
modal kerja
|
|
|
Jumlah
|
|
Jumlah
|
|
N. Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis
sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer
keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan
asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana
dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi
dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah
pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang
disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan
perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber
atau penggunaan dana.
Pada
umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis
yaitu:
1. Rasio
Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendeknya.
2. Rasio
Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang
di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh
dari kreditur perusahaan.
3. Rasio
Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam
menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan
antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
4. Rasio
Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang
dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5. Rasio
Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6. Rasio
Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap
oleh karena rasio tersebut mencerminkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko
dengan rasio hasil pengembalian.
O. Peranan Laporan Sumber dan Penggunaan
Dana Dalam Perusahaan
Laporan
sumber dan penggunaan dana mempunyai peranan yang sangat penting bagi
perusahaan karena sumber dan penggunaan dana merupakan salah satu syarat untuk
dapat dilaksanakannya perusahaan sehari-hari. Dikatakansebagai salah satu syarat
karena disamping sumber dan penggunaan dana masih banyak faktor lain yang juga
ikut menentukan kelangsungan usaha perusahaan, seperti manusia dan keahliannya,
bahan baku dan sumber-sumber lainnya, peralatan dan teknologi. Kesemua faktor
tersebut harus dapat saling menunjang dan bekerjasama dalam tubuh organisasi
perusahaan agar dapat dicapai satu manfaat yang maksimal.
Sebagai
suatu faktor yang menentukan kelangsungan hidup perusahaan, maka ketersediaan
dana yang cukup harus diperhatikan. Cukup artinya tidak berlebihan tetapi tidak
pula kekurangan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, yaitu dengan
melihat berbagai hal seperti ; ukuran perusahaan, bidang usaha, tingkat
perputaran modal dan lain sebagainya. Bila perusahaan memiliki sumber dana yang
terlalu besar dibandingkan dengan penggunaan dana, maka akan menimbulkan
berbagai akibat yang dalam jangka panjang akan merugikan perusahaan itusendiri.
Kerugian
yang ditanggung akibat terlalu besarnya dana yang dimiliki dapat diakibatkan
karena tidak terkendalinya investasi, dimana perusahaan terdorong untuk
melakukan investasi yang berlebih-lebihan. Investasi yang berlebih-lebihan
tentu saja akan mengakibatkan adanya beban tetap yang besar yang harus
ditanggung perusahaan dari waktu kewaktu.
Sebaliknya
dana yang kurang pun akan mendatangkan akibat yang kurang menguntungkan bagi
perusahaan. Misalnya pembelian bahan baku akan menghabat sehingga mengakibatkan
terganggunya kelancaran proses produksi. Apalagi bila pembayaran gaji karyawan
juga mengalami keterlambatan, makaakan mengakibatkan terganggunya kepuasan
kerja yang lambat laun akan menurunkan produktivitas kerja karyawan. Jelas
semuanya akan mendatangkan akibat yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.
Laporan
modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana menajemen mengelola
perputaran atau sirkulasi modalnya. Menurut S. Munawir (2002, hal. 129)
mengemukakan bahwa : Laporan modal kerja merupakan ringkasan tentang
hasil-hasil aktivitas keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu dan
menyajikan sebab-sebab perubahan posisi keuangan perusahaan selama periode yang
bersangkutan. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja akan sangat berguna
bagi manajemen untuk mengadakan pengawasan terhadap modal kerja dan agar
analisis terhadap sumber dan penggunaan modal kerja dapat digunakan secara
efektif di masa mendatang. Penyajian laporan tentang perubahan modal kerja
memerlukan adanya analisis tentang kenaikan dan penurunan dalam pos-pos yang
tercantum dalam neraca yang diperbandingkan antara dua saat tertentu, serta
informasi-informasi lainnya sehubungan dengan data perusahaan yang bersangkutan
misalnya besarnya laba, adanya pembayaran deviden dan sebagainya. Menurut S.
Munawir (2002, hal. 36) mengemukakan bahwa: Analisis sumber dan penggunaan modal
kerja adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan
modal kerja untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode
tertentu.”
Berdasarkan
hal itulah, maka dana memerlukan pengolahan yang sebaik mungkin. Pada dasarnya
ada 2 (dua) hal utama yang dihadapi oleh seseorang yang bertugas mengelola dana
dalam suatu perusahaan, yaitu :
a. Memikirkan
Pemenuhan KebutuhaDana
Dalam hal ini pengelola dana perlu
memperhitungkan 2 (dua) hal, akni berapa sesungguhnya dana yang dibutuhkan oleh
perusahaan dan dari mana kebutuhan tersebut dipenuhi. Perkiraan jumlah dana
yang sesungguhnya dibutuhkan sangat erat kaitannya dengan apa yang telah
diuraikan, yaitu bahwa jumlah dana yang dipegang hendaknya tidak berlebihan
ataukekurangan.
b. Memikirkan
Arah PenggunaanDana
Dalam hal ini seorang pengelola dana
dalam perusahaan berkewajiban untuk menghitung dengan seksama rugi atau laba
dari penggunaan dana tersebut. Kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi,
apalagi yang melibatkan dana yang relatif besar akan membawa akibat yang tidak
menguntungkan perusahaan. Kesalahan ini tidak dengan mudah dapat diperbaiki
begitu saja tanpa mengorbankan sesuatu. Misalnya, aktiva tetap yang terlanjur
dibeli tidak begitu saja dapat dijual kembali tanpa mendatangkan kerugian.
Melihat
besarnya peranan dana bagi perusahaan, maka tidak dapat disangkal lagi betapa
perlunya pengelolaan dana dalam setiap perusahaan. Keberhasilan pengelola
(manajer) dalam mengelola dana perusahaannya akan mendatangkan berbagai manfaaat
bagi perusahaan, yaitu antara lain :
a. Memungkinkan
ditekannya biaya modal (cost of capital) karena dana modal didapat dari sumber
yang tepat. Biaya modal adalah suatu biaya riil yang harus dikeluarkan
perusahaan dalam rangka menggunakan dana dalam jumlahtertentu,
b. Memungkinkan
perusahaan bekerja efisien. Artinya, dengan sejumlah dana tertentu dapat
diperoleh hasil yangmaksimal,
c. Menjaga
posisi keuangan perusahaan dalam keadaan yang memungkinkan untuk menjalankan
segalakegiatannya,
d. Memungkinkan
perusahaan lebih leluasa memilih bidang investasi yang dapat mendatangkan hasil
tertinggi bagi perusahaantersebut.
e. Memungkinkan
dicapainya kelangsungan hidup perusahaan sebagai suatu tujuan jangka panjang
yang ditetapkan oleh setiapperusahaan.
P. Sumber Dana Dan Penggunaan Dana Bank
Bisnis
bank adalah bisnis perantara keuangan, yang bertindak sebagai perantara bagi
orang yang memiliki dana dan orang yang membutuhkan dana. Penggunaan dana yang
terbesar oleh pemberian kredit yang dengan demikian, laba yang utama diperoleh dari
bunga kredit yang diberikan. Hubungan timbal balik antar sumber dana dan
penggunaanya.
Pemilihan
berbagai sumber dana dan penggunaan dana seharusnya mempertimbangkan beberapa
faktor berikut ini:
a. Jenis
penggunaan dana
b. Apakah
ada kesempatan untuk memperoleh dana dari pasar dana
c. Filosofi
manajemen bank yang bersangkutan
d. Jenis
sumber dana
e. Hubungan
biaya dana dan penghasilan
f. Ramalan
tingkat bunga
g. Lamanya
dana itu bisa dipakai
Alasan
untuk apa dana itu akan digunakan, akan mempengaruhi pemilihan sumber dana yang
digunakan untuk keperluan itu. Kebutuhan dana musiman misalnya, biasanya
bersifat berulang, baik durasinya maupun timingnya. Meramalkan kebutuhan dana
musiman biasanya didasarkan pada pengalaman masa lalu. Menggunakan dana yang
dibeli untuk menutup kebutuhan ini, mengandung resiko yang sangat berat.
Sumber-sumber
dana bank berasal dari berbagai sumber yang dapat digolongkan atas:
·
Dana dari modal sendiri
·
Dana yang berasal dari pinjaman
·
Dana dari deposit nasabah
·
Dana dari pasar finansial
Dana yang termasuk modal sendiri
terdiri atas berbagai pos yaitu:
a. Modal
yang disetor, yaitu dana yang disetor pertama kali oleh pemilik waktu pendirian
bank tersebut. Dana modal ini biasanya tidak digunakan untuk operasional,
tetapi digunakan untuk biaya promosi, peralatan dan aset tetap lainnya.
b. Berbagai
cadangan. Cadangan ini berasal dari penyisihan sebagaian laba untuk
mengantisipasi resiko. Istilah yang dipakai dalam laporan keuangan bank untuk
cadangan ini dalah penyisihan, penghapusan, misalnya penyisihan penghapusan
kredit
Simpanan
giro merupakan sumber dana yang sangat labil. Giro merupakan uang giral yang
dapat di pakai sebagai alat pembayaran dengan melalui pengunaan cek.
Tabungan merupakan simpanan
masyarakat pada bank,yang penarikannya dapat di lakukan setiap saat melalui
buku tabungan atau melalui atm. Sekarang kebanyakannya memelihara hubungan
online dengan kantor cabang,bahkan dengan kantor kas dan atm,sehingga dapat menarik
dananya di setiap kantor bank atau pada setiap atm bank yang bersangkutan.
Karena itu,rekening tabungan sekarang ini amat di sukai masyarakat. Dengan
demikian,tabungan merupakan sumber dana yang cukup besar,pada keadaan normal
merupakan sumber yang stabil karena jumlah penarikan dan penyetoran hampir
sebanding.namun bahayanya jika suatu ketika semua nasabah menarik seluruh
dananya. Ini bisa terjadi bila masyarakat luntur kepercayaannya kepada bank
yang bersangkutan kepada bank atau bila ada isu devaluasi.
Deposito berjangka merupakan
simpanan masyarakat pada bank yang jangka waktunya jatuh temponya di tentukan
oleh nasabah deposito ini hanya bisa di uangkan kembali pada tanggal jatuh
temponya.
Dana dari pasar finansial
menyediakan berbagai fasilitas untuk melancarkan jual beli sekuritas finansial.
Pasar finansial terbagi atas pasar uang untuk sekuritas jangka pendek dan pasar
modal untuk sekuritas jangka panjang.
Untuk mendapatkan dana,bank bisa
menerbitkan sekuritas antara lain sertifikat deposito,promise, obligasi ,dan
sebagiannya. Bank dapat menawarkannya dalam pasar finansial sejalan dengan itu
bank juga dapat melakukan sekuritasi aset.
Sertifikat deposito sering di
singkat dengan cd pada prinsipnya cd adalah semacam insrumen financial yang di
terbitkan oleh sebuah bank dengan karakteristik atas unjuk yang di dalamnya
tercantum jumlah dana, tingkat bunga, jangka waktu. Menurut undang undang
perbankan,sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya
dapat di perdagangkan. Ciri pokok yang membedakan dengan deposito berjangka
biasa adalah terletak pada sifat dapat di perjual belikan sebelum jatuh
temponya melalui lembaga keuangan bukan bank
Commarcial papper merupakan promise
yang tidak di sertai dengan jaminan yang di terbitkan,baik bank oleh bank
maupun perusahaan yang bukan bank untuk memperoleh dana jangka pendek yang di
jual kepada investor melalui pasar uang.
Sekuritasi aset bank berarti
mentransformasikan aset menjadi sekuritas,misalnya aset kredit yang di
berikan.dengan bekerja sama dengan suatu lembaga financial,sebagian aset dari
kredit di pindahkan ke dalam kekuasaaan suatu lembaga financial, sebagian dari
aset menggantinya dan menerbitkan sekuritas. Sekuritas ini kemudian di jual
kepada berbagai investor.proses ini mirip dengan penjualan piutang kepada
lembaga faktoring
Pasar uang antar bank merupakan
salah satu sarana untuk memenuhi likuiditas bank karena kalah kliring. Pasar
uang antar bank pada dasarnya adalah kegiatan pinjam meminjam antar suatu bank
dengan bank lain sebagaimana sudah di bicarakan sebelumnya
Pengunaan dana bank dana yang telah
di kumpulkan dari sumber sumber dana di bukukan sebagai pasiva kemudian dari
pasiva di trasformasikan menjadi aset harta aset bank umum dapat di golongkan
empat katagori dasar,yaitu:
a. Kas
b. Investasi
dalam sekuritas finansial
c. Kredit
yang di berikan
d. Aset
tetap
Pengunaan
dana dalam praktiknya mengalokasikan dana ke dalam berbagai aset.
Pengalokasian
dana ke dalam berbagai rekening aset di lakukan menurut prioritas dan keperluannya.
·
Prioritas pertama untuk mengisi cdangan
primer
·
Prioritas kedua untuk mengisi cadangan
sekunder
·
Prioritas ketiga untuk mengisi
portofolio kredit
·
Prioritas kempat untuk portofolio
investas
Cadangan
primer terlebih dulu diinginkatkan bahwa istilah cadangan yang dipakai disi
adalah kategori fungsional, bukan istilah akuntasi. Jadi istilah cadangan
primer dan cadangan sekunder tidak akan ditemui dalam neraca.
Cadangan
primer dimaksukan untuk memenuhi ketentuan liquiditas wajib (giro wajib minimu)
yang distor kedalam rekening bank yang bersangkutan pada bank sentral, untuk
keperluan operasional sehari-hari, dan penyelesaian kliring antar bank.
Cadangan primer dibukukan kedalam rekening-rekening:
· Kas
· Rekening
giro pada bank sentral
· Rekening
pada bank koresponden
· Piutang
dalam proses penagihan
Aset
yang disimpan dalam rekening-rekening tersebut sering disebut sebagai aset yang
likuid, yang berarti mudah dicairkan menjadi uang tunai. Saldo kas digunakan
untuk melayani pengambilan tunai para nasabah. Saldo kas akan bertambah pada
sore harinya bila penyetor lebih banyak jumlahnya dari jumlah pengambilan.
Demikian pula sebaliknya, bila pengambilan lebih banyak darinpenyetor, maka
saldo kas akan defisit.
Saldo
rekening pada bank sentral sebagaian merupakan giro wajib minimum dan sebagaian
lagi dapat digunakan untuk menjaga perubahan penerimaan dan pemasukan uang
melalui transaksi kliring. Didalam saldo ini termasuk pula dana jaminan
kliring.
Saldo
giro pada bank sentral sebagi alat likuid yang paling utama, karna tidak hanya
semata-mata untuk GWM, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Cadangan
sekunder berfungsi sebagai penyanga bagi posisi cadangan primer, bila pada
suatu ketika saldo kas tidak mencukupi atau bila saldo giro pada bank sentar tidak
mencukupi. Walaupun tujuan pendapatan dana sebagai cadangan sekunder untuk
keperluan likuditas, sedapat mungkin harus dapat memiliki penghasilan. Oleh
karna itu, cadangan sekuder ditempatkan oleh sekuritas financial, misalnya SBI,
SBPU. Cadangan sekunder dibukukan pada sisi aset dalam rekening surat berharga
yang dimiliki.
Prioritas
ketiga pengunaan dana adalah untuk pemberian kredit. Kredit merupakan aset bank
yang terbesar di bandingkan aset lainnya. Karena itu, bunga kredit merupakan
sumber penghasilan yang berminat. Portofolio kredit terdiri dari berbagai jenis
kredit, misalnya kredit komersial kredit cicilan,kredit perumaham dan
sebagainya.penyediaan dana untuk masing masing kredit di lakukan berdasarkan
laba relatif pemerintah permintaan,dengan memperhatikan perbatasan yang
syaratkan oleh prinsip kehati hatian serta peraturan .
Prioritas
keempat untuk investasi pada berbagai sekuritas jangka pendek dan jangka
panjang.investasi mengandung berbagai tujuan,yaitu :
·
Untuk derifikasi usaha
·
Untuk mendatangkan penghasilan
·
Sebagian di tambahan cadangan sekunder
Valuta
kas adalah jumlah uang tunai yang di simpan bank dengan kas yang harus tersedia
pada jumlah terntentu setiap hari uang tunai berasal dari pasiva yang harus di
bayar bunganya. Vault cash ini tidak mendatangkan penghasilan karena berusaha
menekankan jumlah sekecil mungkin.beberapa jumlah vault cash yang harus di
sesuaikan bank tidak sama karena:
1.
Apakah transaksi lebih banyak di
selesaikan dengan uang tunai atau cek
2.
Umumnya harus menyediakan uang tunai
lebih banyak untuk melayani permintaan musiman
3.
Lokasi bank juga memperngaruhi jumlah
vault cash.bank yang terletak jauh dari bank central atau bank
korespondennya,terpaksa menyimpan uang tunai yang lebih besar di bandingkan
dengan bank yang lokasinya dekat dengan sumber dana.
Saldo
pada bank koresponden harus menetapkan sejumlah dana dalam rekening bank bank
korespondennya. Pada koresponden dapat mewakili suatu bank untuk memberikan
pelayanan tertentu sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Biasanya bank
koresponden di beri balas jasa atas jasa yang mereka berikan.
Pemakaian
konsep marketing dalam pendanaan sehubung dengan pendanaan,bank sebaiknya
memanfaatkan marketing concep untuk mengetahui berbagai kebutuhan dan keinginan
konsumen, dan untuk mengokunikasikan nya kepada konsumen tentang bagaimana bank
harus membangun strategi menarik dana ke dalam bank, setelah bank
mempertimbangkan pengaruh berbagai jenis dana atas biaya dan resiko. Ada 2
strategi yang istimewa penting:
·
Strategi pengembangan produk
·
Strategi pengembangan daya tarik produk
Strategi
pengembangan produk langkah awal adalah melakukan kegiatan berikut ini.
·
Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan
pelangan
·
Membangun dan memanajemeni produk produk
untuk mengisi kebutuhan dana
Strategi
pengembangan produk ini dapat di bagi atas dua golongan pertama yang
berhubungan dengan masing masing produk yaitu:
·
Identifikasi produk
·
Kualitas produk
·
Bentuk atau penampilan produk
·
Harga produk
Kedua
untuk keseluruhan lini produk, bank harus membentuk strategi strategi yang
berkenaan dengan
·
Pengelompokan produk
·
Service pendukung
·
Lokasi bank
·
Layout kantor
Sementasi
pasar merupakan isolasi sektor sektor tertentu dari pasar dan penciptaan produk
baru yang unik untuk sektor tersebut. Unik dalam arti belum ada lembaga
fianancial lain yang menawarkan. strategi ini akan menguntungkan bank yang
bersaing dengan lembaga finansial bukan bank.masalahnya adalah sampai kapakah
suatu produk akan lama bisa bertahan untuk tidak di tiru bank bank lain.untuk
mengantisipasi perlu adanya keanekaragaman produk. Sering kali tujuan tersebut
di lakukan terhadap sekmen pasar dengan produk yang di standarisasikan.
keanekaragaman produk membutuhkan biaya yang besar untuk iklan dan promosinya.
Banyak
bank mengadopsi kombinasi strategi untuk produk, antara lain:
· Menciptakan
produk baru untuk mengisi keinginan pelanggan pada berbagai segmen pelanggan
· Usaha
membedakan produk di mata konsumen
· Menciptakan
jenis pelayanan financial yang baru untuk menyaingi lembaga financial lainnya.
Daya
tarik produk walaupun bank tidak sepenuhnya dapat mengalihkan tingkat deposit
masyarakat yang di kuasainya, namun setiap bank berusaha mempengaruhinya,
antara dengan membngun daya tarik bagi penampilan produk dan bank yang
bersangkutan.
Berbagai
cara dapat di lakukan untuk membuat produk berbeda di mata pelanggan. Bank yang
bersangkutan merupakan salah satu alat pembeda yang dapat di manfaatkan. Citra
terhadap bank merupakan sekumpulan dari pada sifat dan perhatian
konsumen.sebagai contoh ruang tunggu dan fasilitas lainnya yang menyenangkan
dan pegawai yang ramah, tempat parkir yang luas dan sebagainya. itu semua
menerapkan yang menghidupkan citra pelanggan. Oleh karena produk bank merupakan
produk yang tidak berwujud, maka citra ini sangat esensial di perhatikan. Bisa
di terapkan,baik pada masing masing produk maupun untuk keseluruhan bank
tersebut.jadi konsep marketing luas cakupannya, mulai dari petugas parkir
satpam, sampai kepada pegawai yang langsung melaksanakan pelayanan perbankan.
Ada
beberapa faktor yang memperngaruhi aliran dana kedalam bank yang tidak dapat
sepenuhnya di kendalikan oleh bank yaitu:
· Kebijakan
moneter dan fiskal
· Peraturan
bank sentral
· Tingkat
kegiatan ekonomi
· Persaingan
antar bank dan lembaga financial lainya
Pada
setiap kegiatan usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau bank pasti
mengharapkan mendapatkan keuntungan atau laba yang disebut dengan
profitabilitas. Adapun yang dimaksud dengan profitabilitas menurut
O.P.Simorangkir menjelaskan bahwa, “ Profitabilitas (profitability) atau rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan
dalam memperoleh laba.”
Profitabilitas
adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode
tertentu.Profitabilitas menurut G.Sugiyarso dan F.Winarni menjelaskan bahwa,
“Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dalam
hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri.”
Sedangkan
menurut Rahmat Firdau menjelaskanbahwa, ”Profitabilitas atau rentabilitas
adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba atau keuntungan.”
Profitabilitas
perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan
aktivanya secara produktif. Dengan demikian profitabilitas perusahaan dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang dihasilkan dalam suatu
periode dengan jumlah aktiva.
Menurut
Kasmir profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
mencari keuntungan. Penggunaan rasio ini menggunakan perbandingan antara
berbagai komponen yang ada di laporan keuangan neraca dan laba rugi. Tujuannya
adalah agar terlihat perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik
penurunan atau kenaikan, sekaligus mencari penyebab terjadinya perubahan
tersebut.
Sedangkan
menurut Hernanto profitabilitas merupakan kriteria penilaian yang secara luas
dan dipandang paling valid untuk dipakai sebagai alat pengukur tentang hasil
pelaksanaan operasi perusahaan, karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Profitabilitas merupakan alat pembanding pada
berbagai alternatif investasi atau penanaman modal yang sesuai dengan tingkat
resikonya masing-masing. Secara umum dapat dikatakan semakin besar resiko suatu
penanaman modal dituntut profitabilitas yang semakin tinggi pula, demikian pula
sebaliknya.
2. Profitabilitas mampu menggambarkan tingkat
laba yang dihasilkan menurut jumlah modal yang ditanamkan, karena
profitabilitas dinyatakan dalam angka relatif (persentase).
Profitabilitas
sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana, Umumnya bagi pihak
manajemen dan pihak lain yang berkompeten, tingginya profitabilitas yang
dihasilkan adalah lebih penting dari pada keuntungan (laba) yang besar. Jika
profitabilitas yang dihasilkan rendah dan cendrung menurun tiap-tiap periode,
maka pihak manajemen harus memperhatikan faktor-faktor apa yang menyebabkan
rendahnya rasio profitabilitas tersebut.
Menurut Kasmir (2011:198) manfaat
dari profitabilitas ini ialah:
a. Mengetahui besarnya tingkat laba yang
diperoleh perusahaan dalam satu periode.
b. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun
sebelumnya dengan tahun sekarang.
c. Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke
waktu.
d. Mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak
dengan modal sendiri.
e. Mengetahui produktivitas dari seluruh dana
perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
f. Manfaat lainnya.
Dalam
pengukurannya rasio profitabilitas terdiri dari berbagai macam rasio. Itu semua
kembali kepada kebutuhan pihak penganalisa, komponen-komponen mana dalam
laporan finansiil bank yang akan diukur dengan rasio-rasio profitabilitas yang
tentunya ada relevansinya dengan komponen yang dianalisis tersebut.
Rasio
profitabilitas yang biasa digunakan untuk dianalisa adalah Return On Investment
Ratio. Analisa ROI ini sudah merupakan teknik analisa yang lazim digunakan oleh
pimpinan bank untuk mengukur efektivitas modal keseluruhan yang digunakan dalam
operasi bank.
Analisa
ROI adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk
dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang di tanamkan
dalam aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan.
Dengan
demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi bank
(Net Operating Income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk
menghasilkan keuntungan operasi tersebut (Net Operating Asset).
Adapun rumus untuk mengukur ROI
ini adalah :
Return
On Investment = Keuntungan netto sudah pajak x 100 %
Jumlah
aktiva
Pengaruh
Sumber dan Penggunaan Dana Terhadap Profitabilitas. Agar sebuah bank dapat
meningkatkan profitabilitas, maka bank tersebut harus mempunyai strategi untuk
meningkatkan profitabilitas. Dalam membuat strategi, bank tersebut harus
menentukan secara khusus kebijakan operasional dan keuntungannya. Dalam menentukan
strategi tersebut melibatkan unit-unit organisasi, lini produk dan nasabah yang
berkaitan satu dengan yang lainnya di dalam operasi suatu bank.
Ada
beberapa pengukuran terhadap profitabilitas bank dimana masing-masing
pengukuran dihubungkan dengan total aktiva dan modal sendiri. Di sini perhatian
ditekankan pada profitabilitas, karena untuk dapat melangsungkan hidupnya suatu
bank haruslah berada dalam keadaan menguntungkan/profitable. Tanpa adanya
keuntungan akan sangat sulit bagi bank untuk menarik modal dari luar. Para
kreditur, pemilik bank, dan terutama sekali pihak manajemen bank akan berusaha
meningkatkan keuntungan ini, karena disadari betul betapa pentingnya arti
keuntungan bagi masa depan bank
Dengan
demikian tingkat profitabilitas suatu bank sangat penting dalam mempertahankan
dan meningkatkan aktivitas bank yang bersangkutan. Selain itu juga untuk
memenuhi kewajiban-kewajiban kepada pihak kreditur. Profitabilitas adalah
kemampuan menghasilkan laba (profit) selama periode tertentu dengan menggunakan
aktiva atau modal, baik modal secara keseluruhan maupun modal sendiri
Profitabilitas
yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba usaha dengan modal
sendiri dan modal asing yang modal tersebut digunakan untuk menghasilkan laba.
Jika sebuah bank mempunyai profitabilitas bagus maka kelangsungan hidup bank
tersebut akan terjamin. Namun sebaliknya jika bank mempunyai profitabilitas
buruk maka kelangsungan hidup bank tidak akan bertahan lama. karena bank
tersebut tidak mampu untuk memenuhi biayabiaya operasional. Selain itu minimnya
tingkat profitabilitas, juga akan berdampak sulitnya bank untuk mengembangkan
usahanya.
Menurut O.P Simorangkir menyatakan bahwa dari
segimanajemen paling sedikit ada 3 aspek yang penting diperhatikan, yaitu
Balance Sheet Management, Operating Management, dan Financial Management.
Balance
Sheet Management meliputi asset dan liability management, artinya pengaturan
harta dan utang secara bersama. Inti asset management adalah mengelola dana
kepada berbagai jenis atau golongan earning asset yang berpedoman kepada
ketentuan berikut :
a.
Asset itu harus cukup likuid sehingga
tidak akan merugikan bila sewaktu-waktu diperlukan untuk dicairkan.
b.
Asset tersebut dapat dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhan atau permintaan pinjaman, tetapi juga masih memberikan
earnings.
c.
Usaha me-maximize income dari investasi.
Dengan
berpedoman kepada ketiga hal tersebut di atas, maka hendaknya dana itu di
alokasikan kedalam asset. Liability management berhubungan dengan pengaturan
dan pengurusan sumber-sumber dana yang pada dasarnya mengusahakan 3 hal, yaitu sebagai berikut :
a.
Kecukupan dana yang masuk, tidak
mengalami kekurangan yang dapat menghilangkan kesempatan (opportunity cost),
tetapi juga tidak terlalu besar ( melebihi kemampuan untuk menginvestasikannya).
Jika sampai kelebihan tentu akan menyebabkan pembayaran bunga lebih besar dari
pada yang seharusnya dan tentu akan menurunkan tingkat profitabilitasnya,
kecuali dana itu dari giro tanpa bunga.
b.
Bunga yang di bayar hendaknya masih pada
tingkat yang memberikankeuntungan bagi bank.
c.
Diusahakan agar ada atau terdapat
keseimbangan antara giro dan deposito, antara demand deposit dan time deposit.
Keseimbangan semacam ini perlu untuk menjaga likuiditas karena dengan time
deposit ada waktu yang dipastikan berapa lama dapat diinvestasikan dan kapan
harus disediakan alat-alat likuid.
Operating
management sebagai aspek kedua merupakan manajemen bank yang berperan dalam
menaikkan profitabilitas dengan cara menekan biaya. Sebagaimana disebutkan
diatas, biaya adalah salah satu faktor yang ikut menentukan tinggi rendahnya
profitabilitas. Jadi tidak cukup hanya menaikkan pendapatan bruto saja, akan
tetapi juga harus berusaha menaikkan efisiensi penggunaan biaya dan
produktifitas kerja. Yang juga termasuk dalam operating management adalah usaha
untuk menekan cost of money. Menekan tingkat biaya sampai pada suatu titik yang
paling efisien bagi bank adalah suatu proses yang terus menerus, tidak bisa
sekali jadi melalui rumus-rumus.
Aspek
ketiga dalam manajemen yang turut menentukan profitabilitas ialah financial
management. Aspek ini meliputi hal-hal berikut :
a. Perencanaan
penggunaan modal, penggunaan senior capital yang dapat menekan cost of money,
merencanakan struktur modal yang paling efisien bagi bank.
b. Pengaturan
dan pengurusan hal ihwal yang berhubungan dengan perpajakan.
Aspek-aspek
tersebut diatas, meskipun kita dapat membeda-bedakannya, di dalam praktik tidak
dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Dalam arti yang luas, aspek
manajemen meliputi penentuan tujuan kebijakan, keputusan, dan tindakan
(action) yang harus diambil atau
dilakukan pimpinan sehubungan dengan pengelolaan yang menguntungkan bagi suatu
bank.
Sebuah
bank dikatakan likuid bila asset-aset yang dimiliki dapat dirubah menjadi uang
tunai dalam tempo relative cepat, dengan resiko yang kecil, dan tenpa biaya
yang besar. Selain dilihat dari sisi asetnya likuiditas bank juga dinilai dari
kemampuan bank memperoleh dana yang dibutuhkan dengan cepat dari sumbersumber
lain yang demikian tingkat likuiditas bank bukan hanya ditentukan oleh jumlah
dan kualitas tetapi juga tingkat kepercayaan terhadap bank tersebut.
Daftar
Pustaka
Abas Kartadinata, 1990. Analisis Laporan
Keuangan. Penerbit Liberty, Yogyakarta.
Andari, Rini. 2015. “Manajemen Pemasaran
Wisata”. Jurnal Manajemen Keuangan. Bab 9 Analisa Sumber Dana.
Bayu, Muhammad. 2009 “Analisa Sumber Dan
Penggunaan Dana”. Jurnal Ekonomi, 30-42.
Budiarjo, maryam dkk. 2015. “Analisis dan sumber penggunaan dana pada
badan pengelola keuangan” Jurnal
Manajemen Vol.3 N0.3. Hal 1032-1039.
Darmawi, Herman. 2012 . “Manajemen
Perbankan”. Bumi aksara, Jakarta.
Ridwan S. Sundjaja, Inge Barlian, 2002,
”Manajemen Keuangan”, Edisi Keempat,
Jakarta : PT Prenhallindo
Saragih,
Fitriani. 2013. “Analisis Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja Perusahaan” ,
Jurnal ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. vol 13.
Sutrisno. 2013.
“Manajemen Keuangan” Ekonisia. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar